Ini Keterangan Disperkim Kabupaten Lingga, Soal RTLH untuk Warga yang Layak Menerimanya

Ini Keterangan Disperkim Kabupaten Lingga, Soal RTLH untuk Warga yang Layak Menerimanya





Lingga, Tribuntujuwali.com
Kepulauan Riau(Kepri)--Keterngan Dinas perkim (Disperkim) kabupaten Lingga melalui Aplikasi wansafe nya, Disperkim, Amirudin  mengatakan, pada prinsipnya kami dari disperkim tetap berupaya untuk mengatasi RTLH. 

Namun semua butuh Anggaran untuk penanganan nya menurutnya dilapangan masih banyak rumah yang masih butuh perhatian,

Data yang kami terima berdasarkan usulan dari Desa/Kelurahan RTLH Sebanyak lebih kurang 3844 buah rumah, tuturnya melaui sms wansafe.,Senin/8/Juli/2024.

"Amirudin menjelaskan, 
Penanganan yg pernah di atasai oleh disperkim yakni dg menggunakan dana 
- DAK Reguler tahun 2020
- DAK Tematik 2023 yg berdasarkan SK Kumuh
- DAK Tematik 2024 yg besarkan SK Kumuh

Namun pemkab jg dlm hal ini disperkim melakukan usulan menggunakan program BSPS pada tahun :
- 2016 sebanyak 240 unit
- 2017 sebanyak 391 unit
- 2018 sebanyak 283 unit
- 2019 sebanyak 300 unit
- 2020 sebanyak 333 unit
- 2021 sebanyak 367 unit
- 2022 sebanyak 120 unit
- 2023 sebanyak 327 unit

Memang kami mengakui masih bayak lagi yang belum tersentuh dalam penanganan RTLH ini..yang menggunakan anggaran APBD kab lingga.

Dan kami Tak henti2 nya juga melakukan usulan terus kepada pemangku kebijakan..sehingga dengan di bantu nya anggaran dr APBD baik kabupaten maupun propinsi dan kementrian pusat..masalah RTLH ini pelan2 dpt turun jumlah nya, ungkanya

'Amirudin menegaskan, Dan kami juga mengharapkan kepada kades/Lurah untuk segera membuat laporan proposal jumlah RTLH nya ke Disperkim sebagai dasar kami untuk mengajukan data yang up data sesuai dengan by nama by address nya, Dan kami mengharapkan juga lagi kepada kades/Lurah untuk memasukkan nama-nama calon penerima usulan RTLH tersebut, memang sesuai dengan katagori penerima RTLH nya,.ungkap Amirudin disperkim

Tambahan, ini rumah yang kami data yang masih perlu penanganan setelah kami turun lapangan janda tua juga, makan aja masih minta bantuan orang mau makan saja harus cari kayu api sendiri salah satu dari banyak nya rumah yang kami turun.pungkasnya
(Redaksi/Mhmmd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال