Belum Tersentuh Pemerintah Daerah Purwakarta Tembok Penahan Tanah ( TPT ) Di Kelurahan Negrikaler Sudah 7 Tahun Ambruk Belum Juga Dikerjakan
Purwakarta- Tribuntujuwali.com
Tembok Penahan Tanah ( TPT) yang berlokasi di Gang Nusa Indah lll RT 04/ RW 01 Kelurahan Negrikaler Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, pada Jumat 5 September 2025.
Ambruknya TPT tersebut jalur saluran sungai Cikao Jatiluhur berawal dari derasnya hujan pada hari Jumat tanggal 15 Mei tahun 2018, waktu itu Itoh lagi didapur sekitaran pukul 15oo wib disaat itu hujan deras, Bu Itoh lagi masak didapur tiba-tiba terdengar suara ada yang ambruk ternyata tembok TPT yang disamping rumahnya, Itoh kalep dan bingung, ucap Itoh.
Semenjak kejadian itu sampai saat ini belum juga tersentuh oleh Pemerintahan daerah,
Itoh sebagai masyarakat Purwakarta merasa kecewa dengan sikap Pemkab Purwakarta yang seolah-olah cuek dan tidak peduli terhadap warganya, penjelasannya kepada awak media.
Apalagi lokasi TPT tersebut terletak ditengah -tengah kota Purwakarta, inikan tidak sesuai dengan janji-janji Bupati Purwakarta Om Zein disaat waktu kampanyenya mengatakan jalan alus, Imah warga sae, tata kota tertata dan warganya ka urus,tapikan kenyataannya belum semua teralisasi,kata Itoh.
Pemerintah pusat atau pemerintah daerah sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia bahkan bisa dibilang menjadi program unggulan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus pemerataan pembangunan daerah dari Sabang sampai Merauke atau desa dan daerah di seluruh Indonesia.
Ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) dapat memiliki dampak signifikan pada masyarakat sekitar seperti menyebabkan kerusakan pada rumah warga contohnya pondasi rumah terkikis oleh air dan sebagai ruangan ikut roboh selain itu saluran air juga dapat tersumbat oleh sentuhan TPT tersebut bisa mengakibatkan banjir dan lainnya.
Masyarakat yang berdampak ambruknya TPT juga dapat mengalami psikologi seperti steres dan kecemasan terutama bagi anak-anak yang dibawah umur jika mereka harus menghadapi proses evaluasi dan relokasi.
Anggaran APBN atau anggaran APBD sudah pada cair dan anggaran pokir dewan juga cair, Itoh berharap kepada Bupati Purwakarta Om Zein harus bisa mengatasi permasalah tersebut dan Itoh juga menjelaskan kepada awak media saya juga ikut membayar pajak bangunan, pungkasnya .
( Ramaldi)
0Comments