DAK Fisik Pendidikan di Purwakarta Diduga Jadi Bancakan ?
Purwakarta- Tribuntujuwali.com
Ada kabar kurang sedap soal penggunaan dana pendidikan di Purwakarta. Dana yang seharusnya dipakai untuk membangun dan memperbaiki sekolah, diduga malah diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu. Bahkan, ada yang menyebut oknum aparat penegak hukum juga ikut terlibat dalam pembangunan proyek-proyek tersebut.Kamis 11 September 2025
Dana yang dimaksud adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan, yaitu dana dari pemerintah pusat yang khusus diperuntukkan untuk pembangunan fisik di bidang pendidikan. Pada tahun 2025 ini, Jawa Barat mendapat alokasi DAK Fisik sebesar Rp 127 miliar lebih. Sebagian dari dana ini kemudian disalurkan ke Purwakarta untuk membiayai berbagai proyek di sekolah-sekolah.
Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan dan penambahan ruang kelas di beberapa sekolah, seperti: SMKN 1 Purwakarta, SLBN Purwakarta, SMKN Bungursari, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 1 Pasawahan, SMAN 1 Maniis, SMKN 1 Cibatu, Pembangunan Gedung SMAN 1 Pondoksalam, 3 paket pekerjaan di SMAN 1 Wanayasa dan 2 paket pekerjaan di SMKN Jatiluhur.
Namun, di lapangan muncul dugaan bahwa ada yang tidak beres dengan proyek-proyek ini. Ada indikasi penyimpangan yang bisa merugikan uang negara. Salah satu proyek yang paling disorot adalah pembangunan gedung baru SMAN 1 Pondoksalam.
*Kualitas Bangunan Dipertanyakan, Potensi Korupsi Mengintai*
Agus M. Yasin, dari Komunitas Pendamping dan Pengayom Pendidikan (KPPP) Purwakarta, mengatakan bahwa pembangunan SMAN 1 Pondoksalam harus diawasi dengan ketat. Ia khawatir, jika tidak diawasi, bangunan yang dihasilkan tidak akan berkualitas dan bisa membahayakan siswa.
"Kalau tidak diawasi betul-betul, sekolah yang dibangun nanti bisa jadi tidak layak dan membahayakan anak-anak kita," kata Agus kepada awak media, belum lama ini.
Agus menyebutkan beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti kualitas bangunan yang tidak sesuai dengan rencana, proyek yang molor dari jadwal, dan kemungkinan adanya korupsi. Ia juga meminta agar semua informasi terkait proyek ini dibuka ke publik, termasuk berapa anggaran yang dipakai, siapa kontraktornya, dan kapan proyek ini selesai.
"Pendidikan itu investasi untuk masa depan. Jangan sampai pembangunan SMAN 1 Pondoksalam ini cuma jadi proyek asal-asalan, tapi harus benar-benar bermanfaat untuk warga Purwakarta, terutama di Pondoksalam," tegasnya.
Agus juga mengingatkan bahwa jika pengawasan tidak dilakukan dengan baik, bisa terjadi pemborosan uang negara dan bahkan korupsi. Karena itu, ia mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawasi proyek ini.
Sampai berita ini ditulis, pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat maupun pihak KCD Pendidikan Wilayah IV, belum bisa dimintai keterangan terkait masalah ini. Awak media akan terus mencari informasi lebih lanjut dan mengawal kasus ini sampai tuntas, agar uang rakyat tidak diselewengkan dan pendidikan di Purwakarta bisa lebih baik.
( RM /Tim )