Oknum Kades Rancamulya Diduga Arogan, Warga Tersinggung Ucapan Kasar
SUMEDANG, Tribuntujuwali.com
4/92025. Aroma arogansi kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Oteng Sulaeman, kian menuai sorotan. Bukan sekadar gaya kepemimpinan yang memaksa kehendak, warga menuding sang Kades kerap melontarkan ucapan kasar, bahkan intimidasi, hingga dianggap mencederai marwah seorang pelayan masyarakat.
NR, seorang warga Dusun Kebonkalapa, mengaku kecewa dan sakit hati atas perilaku Kades yang diduga menerapkan aturan secara sewenang-wenang, sarat kepentingan pribadi dan keluarga. Puncaknya, NR mengaku mendapat perlakuan tak pantas saat dirinya mengalami keterlambatan membayar cicilan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Dana Bergulir Masyarakat (DBM) yang dikelola BUMDesma.
“Kumaha sia bayaran can setor wae, gancang bayar, sok neangan kaditu. Ah sia mah eweh niat mayar, ulah ngerakeun aing atuh,” ungkap NR, menirukan ucapan kasar Kades yang dilontarkan pada 8 Agustus 2025.
Padahal, jelas NR, keterlambatan hanya dua hari dari jatuh tempo cicilan ke-6, dengan alasan dana terpakai untuk biaya persalinan. “Ketua kelompok saja tidak menegur saya, karena ada tabungan wajib yang bisa jadi penjamin keterlambatan. Tapi Kades malah melontarkan kata-kata kasar,” keluhnya.
Tak berhenti di situ, sikap arogan tersebut memicu kemarahan keluarga korban. Mereka menilai tindakan Kades telah merusak kepercayaan publik.
“Kami atas nama keluarga akan mengambil langkah hukum. Jika dibiarkan, perilaku arogan ini akan mengganggu stabilitas sosial dan mencederai kepercayaan masyarakat. Sanksi sosial, bahkan pemecatan, pantas diberikan,” tegas pihak keluarga.
Kasus ini menambah deretan kritik terhadap kepemimpinan desa yang seharusnya berfungsi sebagai pengayom. Ucapan kasar seorang pemimpin, apalagi disertai praktik diskriminatif, dinilai bukan hanya melukai perasaan warga, tetapi juga meruntuhkan kredibilitas pemerintahan desa di mata masyarakat.
(Tim awi )
0Comments