Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

Kisah Perantau dari Morowali Menuju Sidrap: Jalan Terjal Seorang Lelaki Tampang dari Gorontalo

Kisah Perantau dari Morowali Menuju Sidrap: Jalan Terjal Seorang Lelaki Tampang dari Gorontalo
Font size
Print 0

GORONTALO - TRIBUNTUJUWALI.COM -

 -Dalam gelapnya malam jalan tambang Morowali, seorang pria tampan asal Gorontalo memulai perjalanan panjang menuju Kabupaten Sidrap. Niatnya sederhana namun penuh harapan: ingin memulai bisnis mobil, memperbaiki nasib, dan membawa pulang rezeki untuk keluarganya. Dalam dinas kepolisian yang masih ia jalani, ia merasa inilah waktu yang tepat untuk mencoba keberanian baru.

Namun siapa sangka, perjalanan penuh impian itu berubah menjadi super penderitaan yang menguji batin dan kesabarannya. Sesampainya di Sidrap, tempat yang ia yakini sebagai titik awal kesuksesannya, ia justru tertipu mentah-mentah oleh oknum penjual mobil. Harapan yang telah ia bawa jauh dari Morowali runtuh di depan mata. Lelah perjalanan, uang yang ia pertaruhkan, dan mimpinya seakan lenyap begitu saja.

Tapi Allah SWT Maha Kuasa.
Allah lebih tahu isi hati dan ketulusan seorang hamba.

Mungkin, dari tipu daya itu, ada rencana besar yang sedang Allah siapkan. Mungkin, dari kegagalan itu, kelak ia akan dipertemukan dengan rezeki yang jauh lebih besar. Siapa tahu, lelaki tampang ini suatu hari nanti menjadi kaya raya, hasil dari kerja keras, keteguhan hati, dan kesabaran panjangnya.

Dalam perjalanan pulang yang muram, ia tidak menyerah. Tidak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Sebagai seorang yang pernah berprofesi eksternal, penyidik, bahkan jurnalis dan makelar mobil antar provinsi, ia tahu bahwa hidup kadang membuat seseorang jatuh, hanya agar dia bisa berdiri lebih kuat.

Dan benar saja…


Di Kabupaten Pangkep, di sebuah desa sejuk bernama Bontomanai, Allah mempertemukannya dengan kawan lamanya—orang yang dulu pernah bekerja bersamanya di Morowali, di daerah Bahodopi. Pertemuan itu seperti obat bagi luka-luka perjalanan. Di tempat yang indah itu, mereka kembali bersua, sama-sama menjalani profesi yang dulu pernah menyatukan mereka.

Di sanalah hatinya menjadi tenang.
Di sanalah ia seakan diberi pesan:
bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba yang bersabar.

Perjalanan dari Morowali ke Sidrap memang pahit. Tapi justru dari kepahitan itu, lahir kekuatan baru, semangat baru, dan harapan baru. Lelaki tampang dari Gorontalo itu kini melanjutkan langkahnya bersama kawan lama di Pangkep, menata hidup, menanti rezeki yang telah dijanjikan.

Sebab selama seseorang tidak menyerah, jalan menuju keberhasilan itu takkan pernah tertutup.
Kisah Perantau dari Morowali Menuju Sidrap: Jalan Terjal Seorang Lelaki Tampang dari Gorontalo
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully