Sulawesi Selatan — tribuntujuwali.com -Masyarakat luas, khususnya di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan beredarnya informasi terkait aktivitas PT. Mandiri Jaya Sejahtera, sebuah perusahaan transportasi yang diketahui melayani angkutan BBM industri.
Menurut beberapa narasumber terpercaya yang enggan disebut namanya demi alasan keselamatan, mobil tangki berwarna biru putih berlogo PT. Jaya Mandiri Sejahtera yang selama ini diketahui sebagai pengangkut BBM industri, diduga kuat memuat BBM bersubsidi jenis solar yang disulap menjadi BBM industri.pungkasnya .narasumber .Sabtu -15/11/25
"Isi Tangki Diduga Kuat BBM Bersubsidi isinya ."
Narasumber menjelaskan bahwa tangki yang seharusnya berisi BBM industri ternyata
memuat BBM bersubsidi yang telah diolah dan dialihkan sebelum dikirim ke berbagai perusahaan.Pabrik.tutir nya narasumber terpercaya .Sabtu -15/11/25
Pengiriman disebut—disebut dilakukan ke beberapa lokasi berbeda provinsi, seperti:
Provinsi Sulawesi Barat, dan
Kabupaten Morowali, yang dikenal memiliki sejumlah perusahaan tambang dan pabrik pengolahan nikel.
Beberapa perusahaan yang menerima pasokan itu disebut sebagai anak cabang dari jaringan bisnis yang lebih besar.Miris "❗
Dua Nama Mengemuka
Dalam informasi yang beredar di masyarakat, dua nama kakak–beradik di Kota Makassar, yaitu Alex dan Predi, disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berada di balik praktik pengalihan BBM bersubsidi ini.( Aktor Mafia BBM bersubsidi yang di sulap Menjadi BBM Industri .jenis Solar )
Keduanya diduga berperan sebagai aktor pengendali jaringan mafia BBM, yang mengubah BBM bersubsidi menjadi BBM industri lalu menjualnya ke perusahaan dengan harga fantastis, bahkan disebut melebihi harga resmi BBM industri dari PT Pertamina Tbk.ungkap nya .sabtu- 15/11/25
Kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan diduga semakin parah akibat praktik permainan harga dan penimbunan oleh jaringan mafia tersebut..ungkap narasumber .Sabtu .15/11/25
APH Dianggap Tidak Bertindak Tegas
Akibat maraknya peredaran informasi ini, muncul kritik dari masyarakat terhadap Aparat Penegak Hukum (APH), baik di tingkat Polda Sulawesi Selatan maupun Polres-polres di berbagai kabupaten.
Sebagian masyarakat menilai bahwa APH terkesan hanya menjadi penonton, bahkan ada yang menyebut penegakan hukum menjadi “‼️ompong dan mandul”,‼️ karena dinilai tidak mampu memberantas dugaan mafia BBM bersubsidi yang beroperasi cukup lama dan terang–terangan(.Redaksi )


0Comments