Bau Busuk Proyek Irigasi Rp7 Miliar : Diduga Jadi "Bancakan" Keluarga Pejabat, RAMBO Desak Kejati Turun Tangan!
MUARA ENIM, Tribuntujuwali. Com
27/12/2025. Aroma tidak sedap menyeruak dari proyek pembangunan irigasi Lubuk Genteng, Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Proyek raksasa yang menelan anggaran fantastis senilai Rp7.162.400.000 tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan alias "amburadul", sehingga memicu tudingan adanya praktik korupsi sistematis yang merugikan negara.
Dugaan penyimpangan ini disuarakan keras oleh organisasi RAMBO (Rakyat Membela Prabowo). Mereka mensinyalir bahwa buruknya kualitas pekerjaan di lapangan bukan sekadar masalah teknis, melainkan dampak dari gurita nepotisme. Kontraktor pemenang proyek diduga kuat memiliki hubungan kekerabatan dengan oknum pejabat di Pemerintah Daerah (Pemda) Muara Enim.
Monopoli Proyek "Kakap" oleh Lingkaran Pejabat?
Ketua RAMBO Sumsel menyatakan keprihatinannya atas fenomena proyek-proyek bernilai jumbo yang hanya dikelola oleh "orang dalam" atau keluarga pejabat yang tengah berkuasa.
"Kami melihat ada indikasi kuat bahwa proyek irigasi Lubuk Genteng ini hanyalah alat untuk memperkaya diri dan kelompok. Bagaimana mungkin anggaran sebesar 7 miliar menghasilkan pekerjaan yang terkesan amburadul jika tidak ada pemotongan anggaran atau ketidaksesuaian spesifikasi? Ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat," tegas perwakilan RAMBO.
Desak Kejati Segera "Sikat" Pelaku
Tak main-main, RAMBO secara resmi mendesak jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan memanggil pihak-pihak terkait, mulai dari kontraktor pelaksana hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dinas terkait.
Poin Utama Tuntutan RAMBO:
Audit Investigatif: Meminta BPK/BPKP menghitung kerugian negara akibat kualitas bangunan yang tidak sesuai standar.
Usut Nepotisme: Menelusuri proses lelang yang diduga telah dikondisikan untuk memenangkan kerabat pejabat.
Transparansi Publik: Mendesak Pemda Muara Enim untuk berhenti menjadikan proyek infrastruktur sebagai ladang bisnis keluarga.
"Kami akan terus mengawal proses hukum ini. Jangan sampai uang rakyat mengalir ke kantong pribadi dengan kedok pembangunan irigasi. Kejati harus berani bertindak tegas, jangan tumpul ke atas!" tambah mereka.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan "permainan" di balik proyek Lubuk Genteng yang kini menjadi sorotan tajam publik Sumsel.
(Prima)
0Comments