PANGKEP -TRIBUNTUJUWALI.COM
Sulsel — Direktur Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Brigjen TNI (Purn) Rudi Setiawan, S.IP., M.Han, melakukan kunjungan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labakkang 2, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (16/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul peristiwa 74 siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran Rudi Setiawan bertujuan untuk melakukan pemantauan serta memastikan proses evaluasi dan perbaikan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Dalam keterangannya di lokasi, Rudi Setiawan menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan di dapur SPPG Labakkang 2. Ia menyebutkan adanya dugaan kontaminasi bakteri yang diduga bersumber dari air, sehingga perlu dilakukan perbaikan segera, termasuk pada sistem penyaringan air dan penerapan protokol kebersihan.
“SPPG harus segera berbenah. Standar SOP harus dijalankan secara ketat. Penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib, dan tidak boleh ada pihak yang tidak berkepentingan masuk ke ruang produksi,” ujar Rudi Setiawan.
Ia juga menyoroti temuan dari Dinas Kesehatan terkait adanya aktivitas di area produksi tanpa penggunaan APD. Menurutnya, hal tersebut tidak diperbolehkan karena berisiko terhadap keamanan pangan.
Lebih lanjut, Rudi Setiawan menjelaskan bahwa setelah seluruh catatan perbaikan dari Dinas Kesehatan ditindaklanjuti, pihak SPPG diminta melakukan uji coba pendistribusian makanan kepada sekitar 200 siswa selama dua hari. Uji coba ini bertujuan agar Dinas Kesehatan dapat mengambil sampel sebagai bahan evaluasi dan dasar penerbitan sertifikasi kelayakan.
“Jika semua pembenahan rampung dan sertifikasi telah diterbitkan, insyaallah SPPG Labakkang 2 dapat kembali beroperasi pada awal Januari 2026, sekitar tanggal 5 Januari,” jelasnya.
Ia juga berharap agar seluruh siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kondisi sehat dan aman. “Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” tutup Rudi Setiawan.
Hingga berita ini diterbitkan, proses evaluasi dan pembenahan di SPPG Labakkang 2 masih berlangsung, serta pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

0Comments