Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

Sarang Tramadol di isola Terang-terangan Tantang Hukum, Polrestabes Bandung Didesak Segera Segel 'Apotek Haram

Font size
Print 0

Sarang Tramadol di isola Terang-terangan Tantang Hukum, Polrestabes Bandung Didesak Segera Segel 'Apotek Haram

BANDUNG, Tribuntujuwali. Com

Kota Bandung kembali darurat obat keras. Di balik jeruji pintu yang sengaja tertutup rapat, sebuah warung berwarna biru di kawasan Jl. Sersan Bajuri, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, diduga kuat menjadi sarang peredaran racun bagi generasi muda. Praktik haram penjualan obat golongan G (Tramadol dan Heximer) ini kian merajalela, menantang nyali aparat penegak hukum yang hingga kini dianggap belum menyentuh titik tersebut.

Modus "Kios Mati" yang Terorganisir

​Hasil pantauan di lapangan pada Kamis (25/12/2025), para pelaku menggunakan modus operandi yang licik namun klasik. Dari luar, toko terlihat sepi dan pintu tertutup seolah tidak ada aktivitas. Namun, di baliknya, transaksi zat adiktif perusak saraf berlangsung deras.

​Strategi "kucing-kucingan" ini sengaja dilakukan untuk mengelabui mata warga dan patroli petugas. Namun, bagi para pengguna yang sudah "paham", toko biru tersebut adalah surga ilegal yang menyediakan pil mematikan tanpa resep dokter.

Ancaman Nyata di Depan Mata

​Bukan sekadar isu, peredaran Tramadol dan Heximer tanpa izin edar ini adalah ancaman nyata bagi stabilitas keamanan di Sukasari. Zat-zat ini kerap menjadi pemicu aksi kriminalitas jalanan, tawuran, hingga pelecehan seksual yang melibatkan remaja.

​Sesuai dengan Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, para pelaku ini sebenarnya adalah calon penghuni sel tahanan dengan ancaman 12 tahun penjara. Namun, pertanyaannya: Mengapa bisnis haram ini masih tegak berdiri di tengah pemukiman warga?

Masyarakat Menanti Taring Polrestabes Bandung

​Keresahan warga telah mencapai puncaknya. Seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa mereka bosan dengan pembiaran yang terjadi.

​"Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi nyata. Jangan sampai masyarakat yang bergerak sendiri karena merasa polisi lamban. Ini demi menyelamatkan anak cucu kami dari kehancuran saraf akibat obat-obat ilegal ini," tegasnya dengan nada getir.

​Kini, bola panas ada di tangan Polrestabes Bandung. Publik menanti, apakah aparat akan segera menggerebek dan membongkar jaringan "Toko Biru" ini, atau justru membiarkan wilayah Isola terus menjadi lumbung peredaran obat terlarang yang merusak masa depan bangsa.

Redaksi

Sarang Tramadol di isola Terang-terangan Tantang Hukum, Polrestabes Bandung Didesak Segera Segel 'Apotek Haram
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully