Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

Keluhkan Kurangnya Edukasi Puskesmas Minasatene, Warga Kaget Ditagih Denda BPJS di RSUD Batara Siang

Font size
Print 0


PANGKEP -
TRIBUNTUJUWALI.COM -, [Tanggal Hari Ini] – Seorang warga Kabupaten Pangkep menyampaikan keluhan serius terkait minimnya transparansi dan kurangnya edukasi dari pihak Puskesmas Minasatene mengenai prosedur administrasi BPJS Kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat medis.

Kejadian ini menimpa salah satu keluarga pasien yang tengah berjuang mendapatkan layanan kesehatan, namun justru dihadapkan pada persoalan administratif yang membingungkan dan dinilai merugikan.ucap keluarga Pasien Sabtu - 17/01/26


Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat salah satu anggota keluarga pasien mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis (drop). Dalam keadaan panik, keluarga segera membawa pasien ke Puskesmas Minasatene untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Diminta Melunasi Tunggakan BPJS

Setibanya di Puskesmas, pihak keluarga diminta oleh petugas untuk segera melunasi tunggakan BPJS Kesehatan agar pasien bisa mendapatkan layanan medis.

Dengan itikad baik, keluarga pasien langsung melunasi seluruh tunggakan BPJS di tempat tanpa keberatan, demi keselamatan pasien.

Dirujuk ke RSUD Batara Siang

Setelah mendapat penanganan awal, pihak Puskesmas Minasatene memutuskan untuk merujuk pasien ke RSUD Batara Siang Pangkep guna mendapatkan perawatan lanjutan yang lebih intensif.

Muncul Denda Tanpa Penjelasan

Setibanya di RSUD Batara Siang, keluarga pasien justru dikejutkan dengan munculnya Surat Pelunasan Denda BPJS.

Keluarga merasa kecewa dan bingung, sebab sebelumnya di Puskesmas Minasatene tidak pernah disampaikan adanya denda tambahan setelah pelunasan tunggakan.

“Kami sudah melunasi semua tunggakan BPJS sesuai arahan pihak Puskesmas. Tapi tiba-tiba di rumah sakit muncul lagi denda. Ini yang kami tidak mengerti, kenapa dari awal tidak dijelaskan,” ungkap salah satu anggota keluarga pasien dengan nada kecewa.

Warga Merasa Dipermainkan

Keluarga pasien menilai kurangnya edukasi dari pihak Puskesmas Minasatene sebagai bentuk kelalaian dalam memberikan informasi penting kepada masyarakat.

Menurut mereka, seharusnya sejak awal petugas menjelaskan secara detail terkait konsekuensi administrasi BPJS, termasuk soal denda dan masa aktif kepesertaan.

“Kami ini orang awam. Kalau tidak diberi penjelasan lengkap, tentu kami bingung. Apalagi kondisi pasien saat itu darurat, bukan waktu yang tepat untuk kejutan biaya,” tambahnya.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu ungkapnya..!! (17/01/2026),


 dan menimbulkan kekecewaan mendalam bagi keluarga pasien. Mereka merasa dipermainkan antara pihak Puskesmas dan pihak rumah sakit, yang seolah tidak sinkron dalam memberikan informasi.

Desakan Evaluasi Pelayanan

Warga berharap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep serta manajemen Puskesmas Minasatene segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan pola komunikasi kepada masyarakat.

Mereka menegaskan, pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan empati, transparansi, dan edukasi, bukan malah menambah beban psikologis pasien dan keluarga.ujar keluarga Pasien - Sabtu - 17/01/26 


“Kami minta ada perbaikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang pada warga lain. Kesehatan itu urusan nyawa, bukan sekadar administrasi,” tegas keluarga pasien.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Minasatene maupun manajemen RSUD Batara Siang belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.( Redaksi )

Keluhkan Kurangnya Edukasi Puskesmas Minasatene, Warga Kaget Ditagih Denda BPJS di RSUD Batara Siang
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully