Pererat Sinergi Budaya, Pangeran Patih Amaludin XII dan Abah Jempol Banten Gelar Pertemuan di Keraton Kanoman
CIREBON, Tribuntujuwali.Com
5/1/2025. Momentum bersejarah terwujud di Keraton Kanoman Cirebon, saat dua tokoh representatif peradaban Islam dari Jawa Barat dan Banten melakukan pertemuan untuk memperkuat tali silaturahmi antarkeluarga besar kesultanan. Kunjungan kekeluargaan tersebut menghadirkan Pangeran Patih Mochamad Amaludin XII dan Abah Jempol, pemegang nasab penerus Sultan Hasanuddin Banten.
Kedatangan Abah Jempol beserta istri dan keluarga besar disambut dengan penuh kehangatan oleh Pangeran Patih Mochamad Amaludin XII, yang menjabat sebagai wakil Sultan Mochamad Saladin XII di kediaman resmi Keraton Kanoman.
Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Patih Amaludin XII menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara kedua wilayah yang memiliki keterikatan sejarah dan batin yang kuat. "Cirebon dan Banten harus tetap bersatu menjaga tali silaturahmi yang baik. Kita sedang melangkah menuju masa kejayaan Indonesia yang kaya akan nilai budaya. Oleh karena itu, hubungan ini harus kita rawat sebaik mungkin," ujarnya.
Sementara itu, Abah Jempol menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menyambung kembali tali silaturahmi dengan keluarga besar di Cirebon. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi wadah diskusi mengenai langkah-langkah pelestarian kebudayaan di kedua kesultanan agar tetap relevan dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
"Kami hadir untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar di Cirebon. Melalui perbincangan ini, kami berharap hubungan Banten dan Cirebon semakin harmonis, demi melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kami," jelas Abah Jempol.
Pertemuan yang penuh makna ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama dari kedua daerah, dengan harapan untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan persaudaraan antar kesultanan di seluruh nusantara. Kedua tokoh sepakat bahwa nilai welas asih dan budi pekerti luhur merupakan kunci kemajuan bangsa yang tetap berpijak pada akar tradisi.
Melalui pertemuan ini, diharapkan masyarakat luas khususnya pengunjung wisata budaya dapat semakin mengapresiasi kekayaan sejarah bangsa dan pentingnya menjaga kerukunan serta kerja sama antarlembaga adat di Indonesia.
(Red)
0Comments