Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

SLO Diduga Gantung Hak Direktur, RS dan AJ Klaim Tak Dibayar Meski Proyek Bernilai Ratusan Miliar

Font size
Print 0
SLO Diduga Gantung Hak Direktur, RS dan AJ Klaim Tak Dibayar Meski Proyek Bernilai Ratusan Miliar


Jakarta, Tribuntujuwali. Com
2/2/2026. Dugaan praktik tidak profesional menyeruak di PT Indoraya Internasional Logistik. RS selaku Direktur Operasional dan AJ sebagai Direktur Marketing mengaku hingga kini belum menerima hak-hak serta pembagian keuntungan yang dijanjikan oleh manajemen, meski keduanya telah menangani sejumlah proyek perusahaan bernilai besar.

Keduanya menuding perlakuan tersebut diduga berasal dari Shoraya Lolyta Octaviana (SLO), yang disebut-sebut sebagai Direktur Utama PT Indoraya Group. RS dan AJ mengaku mengalami pengucilan, pemutusan komunikasi, hingga penghentian sepihak tanpa kejelasan hak finansial.

“Kami menjalankan pekerjaan penuh tanggung jawab, menangani proyek besar, tetapi sampai hari ini tidak ada kejelasan soal hak dan profit yang dijanjikan,” ungkap AJ kepada wartawan.

AJ menjelaskan, hubungan profesional dengan SLO bermula dari pertemuan organisasi pada 2022 yang kemudian berkembang menjadi relasi kerja. Sejak 2025, AJ dan RS kerap diminta mendampingi SLO dalam berbagai agenda bisnis, termasuk pertemuan dengan pejabat dan relasi strategis perusahaan.

Pada November 2025, keduanya ditawari posisi direktur di PT Indoraya Internasional Logistik dengan iming-iming pembagian keuntungan dari proyek-proyek besar. Beberapa proyek yang disebut antara lain kegiatan Basarnas senilai Rp1,9 miliar serta proyek Rak Agrinas dengan nilai fantastis mencapai Rp375 miliar, yang dijanjikan pembagian keuntungan sebesar 10 persen.

“Janji profit itu yang menjadi dasar kami bekerja maksimal. Tapi setelah proyek berjalan, tidak ada transparansi maupun realisasi hak kami,” tegas AJ.

Dalam perjalanannya, RS dan AJ mengaku kerap menghadapi situasi kerja yang tidak kondusif, mulai dari perubahan sikap pimpinan hingga dugaan pemutusan komunikasi secara sepihak. Puncaknya, AJ mengaku diberhentikan secara sepihak pada akhir Desember 2025 tanpa penjelasan resmi.

Tak hanya itu, AJ juga menyebut rekening perusahaan kerap digunakan untuk berbagai transaksi non-operasional atas arahan SLO. Seluruh aktivitas administrasi dan transaksi tersebut dijalankan oleh AJ dan RS sesuai perintah pimpinan.

“Kami hanya menjalankan instruksi. Semua tercatat dan bisa dibuktikan. Tapi justru kami yang akhirnya dikorbankan,” ujarnya.

Kasus ini menuai sorotan publik dan memunculkan pertanyaan serius terkait profesionalisme manajemen serta kepastian perlindungan hak pekerja level direksi di perusahaan swasta. RS dan AJ mengaku telah mengantongi sejumlah bukti pendukung berupa percakapan elektronik dan rekening koran yang siap ditunjukkan bila diperlukan.

Hingga berita ini diterbitkan, Shoraya Lolyta Octaviana belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan tersebut. Tim redaksi telah berupaya menghubungi yang bersangkutan guna meminta konfirmasi dan memberikan hak jawab demi keberimbangan pemberitaan, namun belum memperoleh respons.(red
SLO Diduga Gantung Hak Direktur, RS dan AJ Klaim Tak Dibayar Meski Proyek Bernilai Ratusan Miliar
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully