KOLAKA - SULTRA - Tribuntujuwali.com -Seorang oknum kepala desa Saftiar Gajang, yang menjabat di Desa Unamendaa, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan publik setelah beredarnya video yang diduga memperlihatkan dirinya sedang bermain judi bersama sejumlah warganya Jumat - 28/02/26
Kronologi Dugaan Kejadian
Menurut keterangan narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan dan kode etik, video tersebut beredar di kalangan masyarakat dan memicu perbincangan luas. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria yang disebut-sebut sebagai oknum kepala desa yang sedang duduk bersama beberapa orang dalam aktivitas yang diduga praktik perjudian.
Narasumber menyebutkan, sejak video itu beredar, masyarakat mempertanyakan sikap aparat penegak hukum, khususnya Polres Kolaka, karena hingga kini belum terlihat adanya langkah penindakan resmi atau klarifikasi terbuka terkait dugaan tersebut.
Sorotan terhadap Pemerintah Daerah
Selain aparat kepolisian, perhatian publik juga tertuju pada Pemda Kabupaten Kolaka yang dinilai belum mengambil langkah administratif terhadap kepala desa dimaksud.
Jumat - 28/02/26
Sejumlah warga menilai, jika dugaan tersebut terbukti, maka tindakan disipliner seharusnya dapat dijatuhkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang pemerintahan desa.
Permintaan serupa juga diarahkan kepada DPMD Kabupaten Kolaka agar segera melakukan penelusuran fakta, verifikasi video, serta memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat guna mencegah spekulasi liar.
Dugaan Persepsi “Kebal Hukum”jumat 27/02/26
Di tengah polemik, muncul opini di kalangan warga bahwa oknum kepala desa tersebut diduga merasa kebal hukum. Narasumber mengaitkan hal itu dengan isu adanya dukungan dari anggota DPRD kab kolaka atau pihak tertentu, meski tidak menyebutkan identitas ataupun partai yang dimaksud. Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.ungkap warga sebagai narasumber setempat -jumat -28/02/26
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan penyelidikan terbuka, transparan, dan objektif untuk memastikan kebenaran video yang beredar. Warga menilai klarifikasi resmi penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan penegak hukum.( Tim Redaksi )

0Comments