Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

Operasional Air Mancur Sri Baduga Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Ketua AWPI Purwakarta Berikan Kritik Tajam

Font size
Print 0
Operasional Air Mancur Sri Baduga Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Ketua AWPI Purwakarta Berikan Kritik Tajam
 
PURWAKARTA- Tribuntujuwali.com  Pertunjukan Air Mancur Sri Baduga di Situ Buleud kembali menjadi sorotan publik. Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Kabupaten Purwakarta secara terbuka mengkritisi besarnya alokasi anggaran operasional yang dinilai tidak efisien di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.Minggu ( 5/4/2026)

Pertunjukan yang menjadi ikon wisata Purwakarta tersebut dibuka langsung oleh Bupati Purwakarta, Om Zein, pada Sabtu, malam  di Taman Situ Buleud, Jalan K.K. Singawinata, Nagri Kidul. Meski menyedot antusiasme ribuan penonton, langkah pemerintah daerah ini justru memicu polemik terkait urgensi penggunaan anggaran.

Soroti Anggaran Miliaran di Tengah Sulitnya Ekonomi

Ketua DPC AWPI Purwakarta, Ramaldi, mengungkapkan bahwa biaya operasional untuk menjalankan Air Mancur Sri Baduga diperkirakan mencapai angka Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Biaya fantastis tersebut mencakup kebutuhan listrik, pemeliharaan pompa air, perawatan lampu, sistem musik, hingga biaya pengamanan dan pengaturan penonton.

"Anggaran operasional ini sangat besar. Di saat zaman semakin sulit mencari uang, pemerintah justru menggelontorkan miliaran rupiah untuk pertunjukan ini. Kami menyoroti ini sebagai bentuk ketidak pekaan sosial," ujar Ramaldi kepada awak media.

Ramaldi juga menambahkan bahwa masyarakat baru saja melewati momentum Lebaran Idul Fitri yang menguras kantong untuk kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya. Ia bahkan melontarkan sindiran keras terkait pengelolaan daerah saat ini.

"Jalan mulus rakyat kaurus, korupsi jalan terus," cetusnya singkat.

Suara Masyarakat: Dinilai Pemborosan

Senada dengan AWPI, salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, daripada digunakan untuk pertunjukan sesaat, anggaran tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan langsung untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Ini bentuk pemborosan anggaran. Daripada keluar miliaran hanya untuk air mancur, lebih baik uangnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan atau dijadikan modal usaha bagi warga Purwakarta," ungkapnya.

Proyek Warisan dan Tantangan Pengelolaan

Air Mancur Sri Baduga merupakan proyek warisan era kepemimpinan Dedi Mulyadi yang kini diteruskan oleh pemerintahan Om Zein. Dalam setiap sesinya, tribun di pinggir situ mampu menampung sekitar 3.000 penonton.

Meski panitia telah menerapkan sistem tiket gratis untuk mengatur antrean dan kenyamanan pengunjung, pihak AWPI tetap menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini tetaplah pemborosan anggaran negara yang tidak bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat kecil.tegasnya 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait rincian transparansi anggaran operasional yang menjadi sorotan tersebut.

(Red)
Operasional Air Mancur Sri Baduga Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Ketua AWPI Purwakarta Berikan Kritik Tajam
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully