Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

BREAKING NEWS: Bang Mulis Media "Sentil" Kualitas Pendidikan Indonesia di Momentum Hardiknas 2026

Font size
Print 0
BREAKING NEWS: Bang Mulis Media "Sentil" Kualitas Pendidikan Indonesia di Momentum Hardiknas 2026

BEKASI, Tribuntujuwali. Com
Di saat para pejabat sibuk berswafoto dengan pakaian adat dalam seremoni Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, sebuah tamparan keras mendarat di wajah birokrasi pendidikan kita. Bang Mulis Media mengeluarkan pernyataan "berbisa" yang menguliti realitas semu di balik jargon kemajuan pendidikan yang selama ini didengungkan pemerintah.

​Ijazah: Sertifikat Pengangguran Berstempel Negara?

​Bang Mulis Media secara frontal menyebut sistem pendidikan Indonesia saat ini sedang menggali lubang kubur bagi masa depan anak bangsa. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai alat pembebasan, melainkan pabrik yang mencetak robot-robot berijazah namun lumpuh di hadapan tantangan global.

​"Selamat Hardiknas 2026 untuk mereka yang merayakannya di atas panggung. Tapi bagi kami, ini adalah hari berkabung atas kreativitas anak bangsa yang dipasung oleh sistem kolonial yang kaku dan kurikulum yang hanya gagah di atas kertas," tegas Bang Mulis Media dalam nada bicara yang menyengat.

​Skandal Ketimpangan: Yang Kaya Pintar, Yang Miskin Terlempar

​Dalam bedah kasusnya, Bang Mulis Media menyoroti tiga "dosa mematikan" yang terus dipelihara oleh pemangku kebijakan:

1. ​Kasta Pendidikan (Apartheid Akses): Bang Mulis Media melabeli pemerataan pendidikan sebagai "lelucon basi". Kualitas pendidikan bermutu telah dikomersialisasi menjadi barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh elit kota besar. Sementara itu, anak-anak pelosok negeri dibiarkan memungut sisa-sisa ilmu dengan fasilitas yang lebih mirip puing daripada ruang kelas.
​2. Digitalisasi atau Dehumanisasi?: Di tengah euforia teknologi 2026, kegagalan sekolah dalam beradaptasi disebut sebagai pengkhianatan intelektual. "Memberikan kurikulum abad-19 kepada anak-anak abad-21 adalah kejahatan sistemik," tulis pernyataan tersebut.
​3. Berhala Nilai, Miskin Integritas: Sistem yang mendewakan angka akademik tanpa mempedulikan karakter dituding sebagai biang kerok lahirnya generasi "pintar tapi lancang"—pintar secara teknis, namun buta secara etika dan integritas.

​"Hentikan Teater Melankolis!"

​Bang Mulis Media mendesak pemerintah untuk menghentikan "teater melankolis" setiap tanggal 2 Mei. Mereka menuntut revolusi pendidikan yang inklusif, bukan sekadar renovasi regulasi yang reaktif dan penuh pencitraan.

​"Pendidikan berkeadilan bukan lagi tawar-menawar, itu adalah harga mati! Jika negara terus gagal, maka negara sedang merancang kehancurannya sendiri melalui kebodohan yang terstruktur," tutup pernyataan tersebut dengan tajam.

​Kritik "menohok" ini seolah menjadi lonceng kematian bagi kenyamanan para birokrat. Di tahun 2026, Bang Mulis Media menegaskan bahwa pers tidak akan membiarkan kebohongan statistik menutupi fakta bahwa pendidikan kita sedang sakit parah.

(Eric Vr) 
BREAKING NEWS: Bang Mulis Media "Sentil" Kualitas Pendidikan Indonesia di Momentum Hardiknas 2026
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully