KOLAKA - TRIBUNTUJUWALI.COM . -Dugaan praktik gratifikasi yang mengarah pada pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kali ini, dugaan tersebut menyeret oknum ASN pada salah satu instansi inspektorat yang melakukan pengawasan terhadap sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat di wilayah Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Timur.
Menurut keterangan narasumber yang enggan disebutkan identitasnya demi alasan keamanan serta menjaga kode etik privasi sumber, dugaan gratifikasi tersebut terjadi pada 16 April 2026 lalu, seusai pelaksanaan rapat,ungkap Narasumber Minggu - 10/05/26
pertemuan, sekaligus pemeriksaan terhadap beberapa sekolah yang dianggap bermasalah.
Salah satu sekolah yang disebut dalam dugaan kasus tersebut yakni SMA Negeri Yang ada di wilayah Selatan kab.kolaka yang berada Kabupaten Kolaka.
Narasumber menyebut, terdapat dugaan pengambilan dana langsung dari bendahara sekolah oleh oknum tertentu yang diduga berkaitan dengan biaya operasional maupun ongkos hotel selama kegiatan pemeriksaan berlangsung. Dugaan tersebut dinilai telah mencoreng citra ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam informasi yang beredar, disebutkan inisial RHMT Itom yang diduga berperan sebagai ketua tim pengawasan inspektorat wilayah Kolaka dan Kolaka Timur. Selain itu, dugaan turut menyeret inisial BN yang disebut sebagai salah satu kepala cabang dinas wilayah Kolaka dan Kolaka Timur. Tuturnya narasumber minggu -10/05/26
Sementara itu, permintaan dana disebut dilakukan melalui kepala cabang dinas ( KCD Kolaka Kolaka timur inisial "BN" melalui bendahara dana bos salah satu SMA Yang berada di wilayah Selatan kab Kolaka . " yang diduga menyampaikan permintaan biaya hotel kepada pihak sekolah.tuturnya - Minggu -10/05/26
Masyarakat pun meminta Aparat Penegak Hukum, khususnya Polda Sulawesi Tenggara, agar segera melakukan penyelidikan serta menindak tegas apabila dugaan gratifikasi tersebut terbukti benar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan namanya masih belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan resmi terkait dugaan tersebut. ( Tim Redaksi )


0Comments