PINRANG - TRIBUNTUJUWALI.COM - Seorang mantan pasien mengaku kecewa berat atas dugaan buruknya pelayanan selama menjalani perawatan inap di rumah sakit tersebut.
Menurut keterangan narasumber yang enggan disebutkan namanya dengan alasan keamanan dan kode etik privasi, dugaan pelayanan yang dinilai tidak maksimal itu bahkan disebut berpotensi mengarah pada praktik pungutan liar (pungli). Pasalnya, pasien pengguna BPJS mengaku masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat di luar rumah sakit.
Narasumber menyebutkan, hampir setiap resep obat yang diberikan oleh dokter atau petugas medis tidak tersedia di dalam rumah sakit dan pasien diarahkan membeli obat di apotek luar yang telah ditentukan.
Kondisi ini memicu kekecewaan keluarga pasien karena mereka menilai layanan BPJS seolah tidak berlaku secara penuh.ungkap nya narasumber .Sabtu 09/2026
“Sebagian besar obat disuruh beli di luar. Padahal pasien memakai BPJS. Kami merasa sangat terbebani,” ungkap narasumber. Sabtu -09/05/26
Situasi tersebut kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Warga meminta adanya transparansi dari pihak rumah sakit terkait ketersediaan obat serta mekanisme pelayanan terhadap pasien BPJS.
Sementara itu, awak media beberapa kali mencoba melakukan konfirmasi kepada Direktur RSUD Madising, dr. Hj. Ulianti. Namun hingga kini belum berhasil memperoleh keterangan resmi. Menurut informasi yang diterima, pihak direktur disebut kerap berada di luar daerah atau sedang menghadiri kegiatan di Makassar.
Masyarakat pun berharap Aparat Penegak Hukum serta instansi terkait dapat melakukan penelusuran guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Selain itu, publik juga meminta pihak manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi terbuka agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat ( Tim Redaksi )

0Comments