Tpd9BSW5TUzlBSd5GUAlGfr6Td==
Breaking
News

Munjirin Monitoring AKMP dan Canangkan Gerakan Biopori Jumbo di Pondok Kelapa

Font size
Print 0
Munjirin Monitoring AKMP dan Canangkan Gerakan Biopori Jumbo di Pondok Kelapa

JAKARTA TIMUR, Tribuntujwali. Com
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Aksi Kebersihan Minggu Pagi (AKMP) bersama warga RW 013 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pencanangan kedua Gerakan Masyarakat Pembuatan Lubang Resapan Biopori Jumbo sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas umum, melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri dari sumbernya.

Dalam kesempatan tersebut, Munjirin mengapresiasi partisipasi aktif warga RW 013 dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain melakukan kerja bakti bersama, ia juga meninjau langsung kondisi lingkungan permukiman warga dan sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan.

“Kami mengapresiasi langkah seluruh warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain kerja bakti tadi, kami juga sudah berkeliling lingkungan warga. Alhamdulillah, sampah di sini, baik organik maupun anorganik, sudah terkelola dengan baik,” ujar Munjirin.

Menurutnya, pembangunan lubang resapan biopori jumbo merupakan bagian dari program percontohan (pilot project) kedua yang akan terus dikembangkan dan diterapkan di seluruh 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur. Program tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah langsung dari sumbernya.

“Pembuatan lubang resapan biopori jumbo ini menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ke depan akan terus kami inisiasi agar dapat diterapkan secara luas di wilayah Jakarta Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RW 013 Kelurahan Pondok Kelapa, Adnan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wali Kota Jakarta Timur yang meninjau kegiatan aksi kebersihan sekaligus memberikan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan warga.

Adnan menjelaskan, biopori jumbo yang dikembangkan di wilayahnya memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman 1,5 meter menggunakan konstruksi buis beton. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan limbah organik rumah tangga yang berasal dari sekitar 800 rumah di lingkungan RW 013.

“Biopori jumbo yang kami gagas ini berjumlah sembilan titik lokasi dengan diameter satu meter dan kedalaman 1,5 meter menggunakan buis beton. Fasilitas ini menjadi tempat penampungan limbah organik rumah tangga dari sekitar 800 rumah di lingkungan kami,” jelas Adnan.

Melalui inovasi tersebut, warga berharap pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang. Selain itu, keberadaan biopori jumbo juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan warga, sehingga target pengurangan sampah dari sumber dapat tercapai secara optimal.(AD)
Munjirin Monitoring AKMP dan Canangkan Gerakan Biopori Jumbo di Pondok Kelapa
Check Also
Next Post

0Comments

Special Ads
Link copied successfully