H. Muliadi dan Padepokan Vinrell Pangluhur: Menyatukan Prestasi, Inovasi, dan Pelestarian Seni Ketangkasan Domba Garut
KUNINGAN, Tribuntujuwali.com
Di tengah berkembangnya dunia peternakan domba di Jawa Barat, nama H. Muliadi menjadi salah satu sosok yang terus menunjukkan dedikasi dalam membangun peternakan yang berdaya saing sekaligus menjaga warisan budaya.
Berasal dari Desa Sadamantra, Blok Manis, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, ia mendirikan Padepokan Vinrell Pangluhur pada tahun 2025 sebagai wadah pembinaan, pelestarian, dan pengembangan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG).
Meski tergolong sebagai padepokan yang masih muda, Vinrell Pangluhur mampu menunjukkan kualitasnya melalui berbagai ajang bergengsi. Salah satu kebanggaannya adalah domba unggulan bernama GBR, yang telah menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Prestasi GBR antara lain:
Lolos Final Piala Presiden.
Lolos Final Liga Garut.
Juara 5 Babak Penyisihan Liga Garut.
Juara 5 Piala Menteri Pertanian.
Bagi H. Muliadi, prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembibitan, perawatan, dan pembinaan peternak agar mampu menghasilkan domba-domba unggulan yang kompetitif.
Tak hanya berfokus pada kompetisi, H. Muliadi juga memiliki visi besar terhadap masa depan dunia peternakan, khususnya bagi HPDKI DPC Kuningan. Menurutnya, organisasi peternak harus menjadi motor penggerak transformasi peternakan menuju era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
Ia berharap HPDKI mampu mendorong digitalisasi peternakan melalui penerapan sistem pencatatan (recording) digital guna memantau genetika dan produktivitas ternak, serta penggunaan teknologi pakan presisi berbasis IoT agar biaya produksi semakin efisien.
Selain itu, regenerasi peternak menjadi perhatian utama. H. Muliadi mengajak generasi muda untuk ikut terjun ke dunia peternakan sebagai sektor yang menjanjikan, inovatif, dan mampu menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara HPDKI dan pemerintah dalam melindungi peternak lokal, termasuk penertiban peredaran ternak ilegal agar tercipta harga dan pasar yang sehat serta berpihak kepada peternak dalam negeri.
Di sisi lain, H. Muliadi optimistis bahwa peternakan domba Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang ke pasar nasional maupun internasional. Produksi ternak diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal dan Iduladha, tetapi juga mendukung program strategis nasional hingga membuka peluang ekspor.
Meski terus mendorong modernisasi, H. Muliadi menegaskan bahwa pelestarian Seni Ketangkasan Domba Garut harus tetap menjadi prioritas. Baginya, budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan identitas masyarakat Sunda yang memiliki nilai sejarah, edukasi, sekaligus potensi ekonomi yang besar.
Melalui semangat tersebut, Padepokan Vinrell Pangluhur diharapkan terus melahirkan domba-domba berprestasi, mencetak peternak yang berkualitas, dan menjadi salah satu kekuatan baru dalam memajukan peternakan domba sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.
(Penulis H.iik)
0Comments