Milad ke-43 Habib Ghasim bin Jafar Assegaf, Yudi A. Pamuji: Oase Spiritual dan Benteng Moral Umat di Era Modern
BOGOR, Tribuntujuwali. Com
9/7/2026. Di tengah derasnya arus globalisasi dan pergeseran nilai zaman, kehadiran sosok ulama yang konsisten membawa kedamaian menjadi kerinduan tersendiri bagi masyarakat. Momentum khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti perayaan Milad ke-43 Habib Ghasim bin Jafar Assegaf, sebuah momen yang tidak hanya menjadi pergantian angka usia, melainkan refleksi atas dedikasi spiritual yang tiada henti bagi umat Islam.
Sosok Habib Ghasim dikenal luas bukan sekadar karena keluhuran nasabnya sebagai cucu kandung dari ulama besar legendaris dan kharismatik, Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas (Habib Empang Bogor). Lebih dari itu, aroma keindahan akhlak dan ketulusan dalam berdakwah mengalir kuat dalam setiap langkahnya, menjadikannya laksana oase sejuk di tengah gersangnya moralitas zaman.
Wakil Pimpinan Redaksi Radar Bhayangkara Indonesia, Yudi A. Pamuji, menyampaikan ucapan selamat yang sarat akan rasa hormat, takzim, dan apresiasi mendalam atas konsistensi dakwah sang Habib. Menurutnya, daya simpatik yang terpancar dari sosok Habib Ghasim membawa nuansa keistimewaan tersendiri yang sangat dikagumi dan dicintai oleh lintas golongan masyarakat.
"Di usia yang ke-43 tahun ini, kita menyaksikan bagaimana pundi-pundi ketaqwaan islami yang kokoh berdiri tegak di dalam diri beliau. Rekam jejak ketaqwaan ini terbukti mampu menjadi benteng moral yang kuat bagi umat," tutur Yudi A. Pamuji dalam keterangan resminya.
Yudi menambahkan bahwa kharisma besar yang melekat pada diri Habib Ghasim bukan semata-mata karena garis keturunan luhur, melainkan buah manis dari keistiqomahan beliau dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keluhuran budi pekerti.
"Daya tarik beliau yang simpatik, dipadukan dengan kelembutan tutur kata, menciptakan magnet spiritual luar biasa yang begitu memikat dan disegani oleh umat," imbuh Yudi dengan penuh kekaguman.
Kehadiran Habib Ghasim bin Jafar Assegaf di tengah masyarakat diibaratkan laksana lentera di malam hari—teduh, membimbing, dan memeluk semua golongan tanpa membeda-bedakan. Dakwahnya yang inklusif senantiasa memancarkan kehangatan Islam yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi semesta alam), membawa pesan damai yang merasuk ke dalam sanubari setiap insan yang merindukan ketenangan batin.
Momentum milad ini pun banjir doa dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Segenap jajaran keluarga besar dan redaksi Radar Bhayangkara Indonesia turut mengiringi hari bahagia ini dengan untaian doa terbaik demi kemaslahatan umat.
"Kami berdoa semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan yang paripurna, umur panjang yang penuh berkah, serta menjaga keindahan kharisma Habib Ghasim bin Jafar Assegaf. Semoga beliau terus diberi kekuatan untuk membimbing kita semua menuju jalan yang diridai Allah SWT, dan tetap menjadi mata air keteladanan yang tak pernah kering," pungkas Yudi A. Pamuji.
Barakallahu fii umrik, Yaa Habib. Doa seluruh umat menyertai setiap langkah dakwahmu.
(Eric Vr)
0Comments