Lebih dari Sekadar Hadiah: Jejak Doa dan Kehangatan Warga RT 005 Kota Baru di Malam Puncak HUT RI ke-81
KOTA BARU, Tribuntujuwali. Com
Di bawah langit malam yang tenang, gelak tawa renyah dan usapan air mata haru melebur menjadi satu. Warga Perum Kota Baru, khususnya di lingkungan RT 005, sukses menggelar Malam Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Lebih dari sekadar seremoni penutup, malam itu menjadi saksi bisu betapa hangatnya ikatan kekeluargaan yang terjalin di antara warga.
Sejak awal acara, antusiasme warga sudah membuncah. Panggung sederhana malam itu tak hanya menjadi tempat penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yang telah berjuang beberapa hari sebelumnya, tetapi juga berubah menjadi ruang nostalgia dan refleksi bersama.
Kehadiran Ketua RT 005, Pak Eko Wahyudi bersama Kepala Dusun, Bapak Ahmad Iskandar, menambah kesakralan acara. Kedua tokoh masyarakat tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong warga yang tak kenal lelah. Suasana makin hidup sekaligus menyentuh berkat panduan pembawa acara, Resta Suyanda yang secara apik memadukan keceriaan momen selebrasi dengan keheningan kenangan sejarah.
"Kita berkumpul dan merayakan hari ini bukan sekadar untuk bersenang-senang, melainkan untuk menghargai dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi berkibarnya Sang Saka Merah Putih," ujar pesan hangat yang menggema di tengah lapangan, menyentuh sudut emosional setiap warga yang hadir.
Melalui momen perayaan ini, warga Perum Kota Baru menaruh harapan besar agar semangat persatuan dan rasa kepedulian yang telah tertanam tidak luntur dimakan zaman, melainkan terus mewarnai kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Panitia pelaksana pun tak lupa mengutarakan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga RT 005. Tanpa sumbangsih tenaga, pikiran, hingga materi dari masyarakat, Malam Puncak Kemerdekaan RI ke-81 ini tidak akan terasa seindah dan seberkesan ini.
Rangkaian acara yang penuh warna tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Cahyadi. Dalam keheningan doa yang khusyuk, warga merapatkan barisan, memohon keberkahan untuk lingkungan, serta ketenteraman bagi bangsa Indonesia. (Redaksi)
0Comments