BLORA, tribuntujuwali.com
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Blora diwarnai kegiatan bernuansa religius dan kemanusiaan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora menggelar pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilanjutkan dengan aksi donor darah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kejari Blora pada Senin (31/8/2026). Melalui dua kegiatan tersebut, jajaran Kejari Blora berupaya menjadikan momentum peringatan Harlah Kejaksaan tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Blora, Khristiya Lutfiasandhi, mengatakan peringatan Harlah Kejaksaan menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai yang harus dipegang dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.
“Pengajian ini menjadi momentum memperkuat nilai keimanan, keteladanan, dan kebersamaan,” ujar Khristiya.
Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan tausiyah yang disampaikan KH Minardi. Kegiatan tersebut diikuti para Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, seluruh pegawai Kejari Blora, serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Blora, Ny. Lis Khristiya, bersama jajaran pengurus.
Menurut Khristiya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk mencontoh akhlak dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi kesempatan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kejujuran, amanah, serta sikap humanis,” katanya.
Usai kegiatan pengajian, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB.
Donor darah tersebut tidak hanya diikuti jajaran Kejari Blora. Sejumlah personel dari berbagai instansi turut ambil bagian, di antaranya Kodim 0721/Blora, Yonif 410/Alugoro, Yonif TP Kabupaten Blora, serta Subdenpom Blora.
Dari aksi kemanusiaan tersebut, PMI Kabupaten Blora berhasil menghimpun sebanyak 67 kantong darah. Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan persediaan darah bagi masyarakat dan pasien yang membutuhkan transfusi.
Khristiya menuturkan, kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang dapat dilakukan dalam memperingati Harlah Kejaksaan.
“Harapannya, darah yang terkumpul dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya sinergi antarinstansi di Kabupaten Blora. Jajaran Kejaksaan, TNI, dan PMI bersama-sama terlibat dalam kegiatan yang secara langsung berorientasi pada kepentingan kemanusiaan.
Peringatan Harlah Kejaksaan ke-81 tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.” Melalui tema tersebut, Kejaksaan diharapkan terus membangun kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang profesional, berintegritas, serta mengedepankan nilai kemanusiaan.
Meski memiliki peran utama dalam bidang penegakan hukum, kegiatan sosial seperti donor darah menjadi salah satu wujud pengabdian Kejaksaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah seorang warga Blora, Sukirah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar Kejari Blora tersebut. Menurutnya, keterlibatan aparat penegak hukum dalam aksi kemanusiaan menunjukkan adanya kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai kegiatan donor darah memiliki manfaat besar karena kebutuhan darah dapat muncul sewaktu-waktu, terutama bagi pasien yang sedang membutuhkan pertolongan medis.
Sebanyak 67 kantong darah yang berhasil dikumpulkan menjadi hasil nyata dari kegiatan tersebut. Namun lebih dari itu, setiap kantong darah yang disumbangkan juga membawa harapan bagi masyarakat yang kelak membutuhkan.
Pengajian Maulid Nabi dan donor darah pun menjadi dua kegiatan dengan pesan yang saling melengkapi. Pengajian menjadi sarana memperkuat nilai spiritual dan keteladanan, sedangkan donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Melalui momentum Harlah Kejaksaan ke-81, Kejari Blora berharap nilai integritas, kejujuran, amanah, sikap humanis, serta kepedulian sosial tidak hanya menjadi pesan dalam sebuah peringatan, melainkan terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bagi Kejari Blora, peringatan Harlah Kejaksaan tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan institusi. Dari lantunan doa dalam pengajian hingga puluhan kantong darah yang terkumpul, tersampaikan pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Kepercayaan publik, pada akhirnya, tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum yang berintegritas dan adil, tetapi juga melalui kehadiran institusi negara yang mampu memberikan manfaat serta menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. (Red)