Kampung di Atas Awan Catatan: Farida Hanafing

tribuntujuwali.com Melakukan perjalanan jauh mengunjungi tempat yang diimpikan sekian lama adalah sesuatu yang sangat menggembirakan bagi siapa saja. Suguhan pegunungan, tumpukan awan di depan mata, kopi panas dan pisang goreng di pagi hari adalah gambar yang berkali-kali diperlihatkan oleh sahabat yang bertugas di Kecamatan Tellu Limpoe. 


Terlihat seperti kolam renang buatan dan kolam ikan di samping villa. Sawah yang bersusun-susun indah dipandang mata sungguh sesuatu yang berharap segera dikabulkan Allah untuk bisa mengunjunginya.


Tibalah saatnya takdir yang telah ditentukan Allah dijalani dengan penuh bahagia. Berkumpul di halaman Masjid Agung Al Ma'arif Bone depan kantor BAZNAS, tim UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Polres Bone bersama tim BAZNAS  berdoa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Siswandi dari LappaE. 


Doa keselamatan dalam perjalanan dimohonkan kepada Allah. Semoga perjalanan kami bisa menjadi perjalanan ibadah yang berdampak bagi kami semua dan juga untuk orang-orang yang kami kunjungi kelak.


Kapolsek Tellu Limpoe Kamaluddin (saat masih bertugas), memberikan arahan sebelum berangkat bersama tentang kondisi wilayah, titik-titik penerima bantuan yang telah ditetapkan beberapa pekan sebelum keberangkatan.



***

Bone terkenal dengan daerah yang cukup luas. Selain luas, daerah ini juga memiliki penduduk yang cukup banyak. 


Mari mengenal Kabupaten Bone, wilayah yang terdiri dari 27 kecamatan, 372 desa/kelurahan. 

Berdasarkan data Kabupaten Bone Dalam Angka Tahun 2021 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik kabupaten Bone, jumlah penduduk kabupaten Bone tahun 2021 adalah 801.775 jiwa, terdiri atas 391.682 laki‐laki dan 410.093 perempuan. 


Dengan luas wilayah Kabupaten Bone sekitar 4.559,00 km2, rata‐rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Bone adalah 162 jiwa/km2.

Batas Wilayah Utara Kabupaten Wajo, Soppeng. Untuk batas Timur, Teluk Bone. Batas wilayah Selatan, Kabupaten Sinjai dan Gowa. Lalu wilayah Barat berbatasan dengan Kabupaten Maros, Pangkep, dan Barru.


Kaki ini, ada dua desa yang menjadi target sasaran BAZNAS. Ada dua desa di Kecamatan Tellu Limpoe yang menjadi tujuan BAZNAS dan UPZ Polres yang didampingi oleh Polsek Tellu Limpoe yaitu Desa Pallawa dan Desa Sadar. 


Nah lewat mana saja kami hingga bisa tiba ke desa Sadar? Dari halaman masjid Agung Al Ma'arif jl Ahmad Yani kecamatan Tanete Riattang Barat, menuju Kecamatan Taccipi, Bengo, Lapri, Lamuru, hingga melintasi Takkalalla Kabupaten Soppeng tibalah kami di desa Pallawa Tellu Limpoe menyerahlan bantuan stunting, konsumtif serta bantuan usaha produktif di balai desa yang diserahkan oleh kepala Desa, Kapolsek Tellu Limpoe serta pimpinan BAZNAS Kab. Bone WK 1 DR. Hj. Hukmiah Husain, Lc., M.Ag dan WK 2 Farida Hanafing, ST serta pengurus UPZ Polres bapak Aipda Sulaeman Jemma, SH dan Aipda Adrianto.


Kebiasaan yang bisa dijumpai pada kebanyakan orang Bugis ketika dikunjungi adalah memberi makan kepada tamu-tamunya di jam makan. Aneka makanan memancing selera serta berbagai macam kue-kue khas Bugis ditemani kopi hitam nikmat khas Tellu Limpoe yang rasanya sungguh nikmat.


Sambil antri masuk toilet di rumah kepala desa, kami menikmati pemandangan alam di belakang rumah beliau. Sungai nan jernih, pegunungan hijau membuat kami betah menunggu hingga tiba saatnya kami bisa masuk merasakan sejuknya air pegunungan untuk membasuk tangan, wajah dan seterusnya untuk bersuci sebelum sholat. 


Ohh iyyaa.... semoga pembangunan masjid di dekat rumah Kepala Desa bisa segera diselesaikan. Dermawan baik hati bisa datang dari mana saja untuk membantu. Meraih amal jariyah sebagai investasi akhirat. Bantuannya bisa melalui BAZNAS Kab. Bone untuk kami teruskan kepada pengurus masjid. Berapa saja, Insya Allah sangat membantu warga setempat merasakan masjid yang nyamana digunakan untuk sholat dan tempat anak-anak mengaji.


Setelah menunaikan sholat Dhuhur, kami lanjut melitasi wilayah Kabupaten Barru, Soppeng dan masuk ke desa paaaliiiinggg ujunggg yaitu DESA SADAR.

Dari Desa Sadar ini, jarak tempuh ke Kabupaten Pangkep dan Maros sudah sangat dekat.


Tiba di desa Sadar, Masya Allah...

Tak henti-hentinya kami mengucap syukur. Akhirnya menerima takdir bisa merasakan hawa udara yang membuat hati menjadi tenang dan damai. Dan akhirnya melihat villa, kolam yang kami kira adalah kolam renang, ternyata kolam ikan besar dan satu lagi kolam ikan dengan ukuran lebih kecil. Tempat yang sudah sangat familiar buat kami karena seringnya bapak Kapolsek dan bapak Kanit mengirimkan ke kami. Sawah-sawah bersusun betul nyata adanya. Bahkan awan di depan mata juga kami saksikan langsung. Negeri yang berhadapan dengan awan.


Satu hal baru yang membuat kami bersemangat untuk segera mandi sore adalah melihat jalur air yang ujungnya tumpah dengan sangat deras sehingga kami menyebutnya air terjun kecil. Bisa mandi di air terjun kecil itu bisa menghilangkan lelah perjalanan sekitar 4 jam. Di sebelah air terjun itulah sawah bersusun-susun.


Sebenarnya tak ada lelah yang kami rasakan disebabkan perjalanan kami bisa puas menikmati makanan khas Bugis yang kami bawa yaitu buras, ayam dll. Kami bahkan berwisata kuliner dengan singgah di warung cendol gula aren diperjalanan. Sambil membuka bekal. Kopi dan teh khas BAZNAS puas kami nikmati di sepanjang perjalanan.



***

Ada 5 program yang dijalankan BAZNAS di wilayah Kecamatan Tellu Limpoe. Program tersebut adalah program bantuan kemanusiaan, kesehatan, pendidikan ekonomi serta dakwah dan advokasi.


Bantuan kemanusiaan berupa paket dhuafa bahagia berupa beras, sembako dan telur dan bantuan kesehatan stunting diberikan di balai desa Sadar. Untuk bantuan pendidikan dengan melaksanakan kegiatan lomba menggambar di sekolah TK Desa Sadar. 


Panitia lomba adalah bapak dari UPZ Polres dan tim staf BAZNAS.

Lomba yang seluruh pesertanya menjadi juara. Dengan hadiah utama puluhan tas sekolah kualitas baik bantuan dari perusahaan Tas Moslem Kids Kudus, buku Iqra, Al Qur'an, buku gambar dan alat tulis.


Di tempat yang sama BAZNAS juga menyerahkan bantuan konsumtif kepada warga sekitar yang telah di data sebelumnya masuk kategori tidak mampu. 


Tak ada yang mampu menolak takdir. Kami diarahkan ke sekolah tersebut untuk melaksanakan lomba menggambar ternyata membuat kami melihat kondisi sekolah. Untuk bisa masuk sekolah, perlu pendakian lumayan curam. Perlu hati-hati naik dan turun. BAZNAS memberikan bantuan pembuatan tangga naik ke sekolah sehingga tidak perlu lagi khawatir jatuh karena licin. Di tempat tersebut, WK 1 BAZNAS Ibu Dr Hj. Hukmiah terjatuh ketika turun.


Untuk bantuan produktif, selain diserahkan di balai desa Pallawa dan desa Sadar berupa bantuan usaha jualan kelontong/campuran, usaha kue juga bantuan produktif berupa peralatan pembuatan sirup markisa kepada kelompok tani wanita Desa Sadar. Bantuan diserahkan langsung di kebun Markisa yang telah berbuah pada saat itu.


Terakhir, program dakwah dan advokasi dimulai dengan ceramah agama tentang pentingnya sholat dan zakat yang dibawakan oleh Ustadz Siswandi di Masjid Desa Sadar di waktu antara Maghrib dan Isya. Dilanjutkan dengan pemberian bantuan sajadah masjid, Al Qur'an, buku tuntunan sholat, iqra, buku doa dzikir pagi petang. Selain itu, pemberian bantuan perbaikan toilet dan tempat wudhu juga langsung diberikan kepada imam masjid dusun. Semoga dengan perbaikan fasilitas thaharah, umat bisa lebih termotivasi untuk rajin beribadah di masjid.


Sebelum kembali ke villa, seluruh rombongan rapat atau bermusyawarah evaluasi serta rencana perjalanan di hari kedua. Kesepakatan musyawarah untuk dilaksanakan bersama.


Alhamdulillaah, bisa makan malam bersama di pegunungan dengan hawa yang dingin membuat seluruh rombongan bersemangat. Kami segera mengambil piring dengan mengisi maksimal berbagai menu spesial yang disediakan oleh bapak bapak Kepala Desa bersama keluarga dan warga. 


Saat paling kami sukai salah satunya adalah ketika makan bersama duduk melantai. Kami bisa saling berbagi makanan dan meminta tolong antara satu dan lainnya. 


Air minum spesial yang disuguhkan adalah air yang berwarna kemerahan yang disebut uwai seppang atau secang atau sepang adalah perdu anggota suku polong-polongan yang dimanfaatkan pepagan dan kayunya sebagai komoditas perdagangan rempah-rempah. Nama ilmiahnya adalah Biancaea sappan.


Kami pikir setelah makan malam dengan nikmat selesai, kami sudah bisa istirahat dengan damai di kamar masing-masing. Ternyata lanjut ronde selanjutnya dengan makan singkong goreng dan sarabba khas Tellu Limpoe. Rasanya sungguh nikmat di malam hari yang udaranya cukup dingin.


Diantara hasil musyawah selepas sholat Isya, yaitu melaksanakan sholat tahajjud berjama'ah dengan petugas yang membangunkan rombangan adalah Arisal Afandi. Pukul 03 dinihari aktivitas telah dimulai kembali dengan bersiap sholat lail yang diimami oleh Ustadz Siswandi. Lantunan ayat yang dibacakan membuat suasana sangat syahdu untuk kami semua.


Selepas sholat Shubuh berjama'ah, sesuai hasil musyawarah tidak kembali lagi ke kamar. Seluruh rombongan langsung ke mobil yang telah disiapkan menuju tempat wisata Lappa Laona Kabupaten Barru yang jaraknya sangat dekat dari villa kami. Lappa Laona adalah destinasi wisata sabana menghijau di ketinggian Kab. Barru, Sulawesi Selatan. Berada di ketinggian sekitar 1.000 mdpl, lokasi wisata ini bertajuk The Green Highland. 


Dari puncak perbukitannya, kami dapat menikmati suasana sejuk dan panorama yang menakjubkan dari ketinggian. Padang rerumputan hijau yang sangat luas memanjakan mata. Kami bertegur sapa dengan pemuda dari Kabupaten Wajo dan Kabupaten lainnya yang berkemah di sana.  Entah berapa banyak foto selfie dan foto bersama di lokasi tersebut yang kami abadikan di ponsel kami. Video-video nasehat dari Ustadz Siswandi kepada pengunjung hingga video lucu lumayan tersimpan di memori hp kami masing-masing.


Hingga tiba saatnya kami semua sudah harus meninggalkan villa setelah kembali mandi di air terjun spesial dan sarapan pagi yang sungguh sangat nikmat. 


Banyak nasehat dan pelajaran hidup yang kami dapatkan dari sesama rombongan. Semoga menjadi pelajaran berharga buat kami. Terakhir, kami minta sedikit kesan dari bapak Kapolsek yang telah beberapa kali membersamai BAZNAS meneruskan amanah dari muzakki/munfik kepada mustahik  " SANGAT bersyukur bisa kenal dan bekerja sama dg BAZNAS Bone, karena selain patroli ke wilayah perihal keamanan. Bersama BAZNAS juga melakukan kegiatan kemanusian dan sosial yang banyak dan sangat tepat sasaran,".


Semoga catatan ini bermanfaat buat kita semua. Dan berharap dari tulisan sederhana ini, menginspirasi siapa saja untuk berjalan ke tempat-tempat baru untuk semakin mensyukuri nikmat Allah dan juga mau menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui lembaga BAZNAS yang Insya Allah penyalurannya sesuai syariat, terkoordinir dan bisa dipertanggungjawabkan. 


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Untuk itulah setiap saat kita harus bersyukur.

Salam dari sebuah kampung di atas awan. Semoga menjadi berkah buat kita semua.(**)

0 Komentar