44 NASABAH MENJERIT, DANA DIDUGA CAIR Rp7 MILIAR Rumah Tak Dibangun, Angsuran Jalan — Muncul Dugaan Kongkalikong Developer–Bank BJB
SUMEDANG, tribuntujuwali.com
11/9/2026. Skandal perumahan kembali mencuat di Kabupaten Sumedang. Sebanyak 44 nasabah Perumahan Ichigo Residence diduga menjadi korban proyek bermasalah setelah rumah yang dijanjikan tak kunjung dibangun, sementara angsuran kredit sudah berjalan sejak awal akad.
Ironisnya, para nasabah mengaku tidak menerima dokumen penting apa pun saat proses akad, baik dari pihak developer PT Altha Land Property maupun dari perbankan. Namun hanya berselang satu bulan, cicilan sudah mulai ditagihkan, meski kondisi bangunan di lapangan belum tersentuh pembangunan.
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai satu unit rumah mencapai sekitar Rp160 juta. Dengan jumlah nasabah mencapai 44 orang, diduga dana yang telah dicairkan oleh pihak bank kepada developer menembus angka Rp7 miliar. Hingga kini, penggunaan dana tersebut belum jelas peruntukannya.
“Sudah akad, tapi rumah belum dibangun. Tiba-tiba disuruh bayar angsuran. Sampai berbulan-bulan, tetap tidak ada progres,” ungkap salah satu perwakilan nasabah.
Kondisi ini memicu kecurigaan serius adanya dugaan kongkalikong antara pihak developer dengan Bank BJB dalam proses pencairan kredit. Pasalnya, secara umum, akad kredit perumahan dilakukan ketika unit telah siap atau minimal memiliki progres jelas. Namun dalam kasus ini, dana diduga sudah dicairkan penuh meski pembangunan belum berjalan.
“Pertanyaannya, kenapa bisa di-ACC? Uang sudah cair ke developer, tapi pembangunan tidak dilakukan. Ini yang harus dibuka,” tegas sumber.
Sejumlah korban kini telah mengadu ke tim hukum Forum Media Sumedang Timur (FMST) untuk mencari keadilan. Mereka menilai telah terjadi kejanggalan dalam proses kredit hingga pelaksanaan pembangunan yang merugikan konsumen.
Kasus ini berpotensi mengarah pada dugaan wanprestasi hingga penyalahgunaan dana, bahkan membuka ruang penyelidikan lebih jauh terkait kemungkinan pelanggaran hukum dalam proses pembiayaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak developer maupun Bank BJB belum memberikan klarifikasi resmi. Tim STNews masih berupaya melakukan konfirmasi guna memastikan fakta dan membuka terang persoalan yang kini menjadi sorotan publik tersebut. (Red)